Denpasar, Balienews.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Sabtu (13/6/2026) malam. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan semakin istimewa karena PKB 2026 menerima pengakuan nasional melalui penyerahan Piagam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dari Kementerian Pariwisata.
Pengakuan tersebut diberikan karena PKB dinilai sebagai salah satu agenda budaya unggulan nasional yang berhasil menjaga eksistensi seni, tradisi, dan kebudayaan Bali secara berkelanjutan selama hampir lima dekade.
PKB Jadi Warisan Budaya yang Terus Berkembang
Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan bahwa Pesta Kesenian Bali pertama kali digelar pada 20 Juni 1979 pada masa kepemimpinan almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra sebagai Gubernur Bali periode 1978–1988.
Menurut Koster, PKB merupakan warisan budaya besar yang berhasil dijaga dan dikembangkan secara konsisten hingga kini. Keberlanjutan festival budaya terbesar di Bali tersebut semakin kuat sejak diberlakukannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.
Ia menilai perkembangan PKB terlihat dari semakin beragamnya karya seni yang ditampilkan, meningkatnya kualitas garapan, bertambahnya jumlah seniman yang terlibat, serta tingginya antusiasme masyarakat dari tahun ke tahun.
Generasi Muda Jadi Kunci Regenerasi Budaya Bali
Gubernur Koster juga menyoroti keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam berbagai pementasan seni pada PKB 2026.
Menurutnya, kehadiran pelaku seni dari usia dini hingga generasi muda menjadi bukti bahwa proses regenerasi kebudayaan Bali berlangsung secara alami dan berkesinambungan.
“Partisipasi generasi muda menunjukkan bahwa warisan budaya Bali tetap hidup dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Kebudayaan Menjadi Fondasi Pembangunan Bali
Lebih lanjut, Koster menegaskan bahwa kebudayaan merupakan hulu pembangunan Bali sebagaimana tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru dan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125.
Menurutnya, kebudayaan tidak hanya menjadi sumber nilai spiritual, etika, dan moral masyarakat Bali, tetapi juga berperan sebagai sumber kreativitas, penggerak ekonomi kreatif, penguatan industri berbasis budaya, hingga fondasi utama sektor pariwisata Bali.
Ia menegaskan bahwa kemajuan sektor pariwisata Bali harus tetap berpijak pada kekuatan budaya lokal yang mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara sekala maupun niskala.
PKB 2026 Masuk Karisma Event Nusantara
Pada momentum pembukaan tersebut, PKB ke-48 Tahun 2026 menerima Piagam Karisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026.
Piagam diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, kepada Gubernur Bali sebagai tanda bahwa PKB resmi masuk dalam daftar 125 Karisma Event Nusantara Tahun 2026.
Masuknya PKB dalam KEN menjadi pengakuan nasional atas konsistensi Bali dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan sebagai daya tarik utama pariwisata Indonesia.
Pentas Kolaborasi “Lubdaka” Buka Rangkaian PKB
Malam pembukaan PKB 2026 juga dimeriahkan dengan Rekasadana Perdana berupa pertunjukan kolaboratif Sanggar Karawitan Bungan Dedari bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.
Karya bertajuk “Lubdaka” tersebut menampilkan kekayaan musikal dan artistik tradisi Bali yang dikemas secara kreatif dan inovatif, memadukan unsur seni karawitan dengan pertunjukan modern tanpa meninggalkan akar budaya Bali.
PKB 2026 diharapkan menjadi ruang ekspresi, pelestarian, sekaligus pengembangan budaya Bali yang mampu memperkuat identitas daerah dan menarik perhatian wisatawan nasional maupun mancanegara. (BEM)




