BerandaPendidikanSetelah MPLS, Disdikpora Bali Kejar Penempatan 1.480 Siswa Belum Tertampung

Setelah MPLS, Disdikpora Bali Kejar Penempatan 1.480 Siswa Belum Tertampung

Denpasar, Balienews.com – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali terus mengupayakan penyaluran siswa yang belum memperoleh kursi di SMA/SMK negeri, meskipun Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berakhir. Hingga Sabtu, 18 Juli 2026, sebanyak 1.087 siswa berhasil ditempatkan, terdiri dari 731 siswa di SMA negeri dan 356 siswa di SMK negeri, sementara 1.480 peserta lainnya masih menunggu penyaluran sesuai sisa daya tampung dan domisili masing-masing.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, mengatakan penyaluran tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta didik tetap mendapatkan hak atas pendidikan meski tahapan utama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dan MPLS telah selesai.

Disdikpora Bali Terus Petakan Kuota Sekolah

Komang Agus menjelaskan, Disdikpora Bali masih melakukan pemetaan terhadap SMA dan SMK negeri yang memiliki kursi kosong agar siswa yang belum diterima dapat segera memperoleh sekolah.

Menurutnya, proses penyaluran mempertimbangkan dua aspek utama, yakni sisa daya tampung di setiap sekolah serta domisili calon peserta didik, sehingga distribusi siswa dapat dilakukan secara lebih efektif dan merata.

“Penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan sisa daya tampung di masing-masing sekolah serta domisili calon peserta didik,” ujarnya.

Tingkat Keterisian SMA Negeri Baru Capai 70,87 Persen

Berdasarkan hasil SPMB 2026 Tahap I dan Tahap II, tingkat keterisian SMA negeri di Bali masih mencapai rata-rata 70,87 persen. Dari total 30.314 kursi yang tersedia, sebanyak 21.483 siswa dinyatakan lolos seleksi sebelum MPLS dimulai.

Kota Denpasar menjadi daerah dengan tingkat keterisian SMA negeri tertinggi, yakni 87,03 persen. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Jembrana dengan 81,73 persen, disusul Kabupaten Karangasem 80,70 persen.

Sementara itu, Kabupaten Tabanan mencatat tingkat keterisian terendah, yakni 49,72 persen, sehingga masih memiliki cukup banyak kursi yang tersedia.

SMK Negeri Lebih Tinggi, Denpasar Tembus 91,45 Persen

Pada jenjang SMK negeri, tingkat keterisian lebih tinggi dibandingkan SMA, yakni mencapai rata-rata 77,62 persen. Dari total 24.844 kursi yang disediakan, sebanyak 19.283 siswa telah diterima melalui SPMB 2026.

Kota Denpasar kembali menjadi wilayah dengan tingkat keterisian tertinggi sebesar 91,45 persen, diikuti Kabupaten Karangasem 85,18 persen, Kabupaten Buleleng 84,04 persen, dan Kabupaten Badung 83,85 persen.

Adapun Kabupaten Bangli menjadi daerah dengan tingkat keterisian SMK negeri paling rendah, yakni 60,62 persen.

Masih Ada 1.480 Siswa Menunggu Penempatan

Secara keseluruhan, terdapat 2.567 peserta yang belum lolos pada seluruh tahapan SPMB 2026 jenjang SMA dan SMK. Dari jumlah tersebut, Disdikpora Bali telah berhasil menyalurkan 1.087 siswa ke sekolah negeri melalui tahap penempatan lanjutan.

Dengan demikian, saat ini masih terdapat 1.480 siswa yang belum memperoleh sekolah dan menjadi prioritas penanganan Disdikpora Bali bersama SMA/SMK negeri maupun sekolah swasta di seluruh Bali.

Pemerintah Provinsi Bali memastikan proses penyaluran akan terus dilakukan selama masih tersedia kuota di sekolah-sekolah yang memenuhi persyaratan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI