Klungkung, Balienews.com – Teknologi pirolisis yang diuji coba di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, mampu menghasilkan sekitar 1.450 liter minyak pirolisis per hari dari pengolahan sampah. Mesin tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dan dioperasikan selama dua shift dengan waktu kerja sekitar 16 jam sehari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Dewa Komang Aswin, mengatakan minyak pirolisis yang dihasilkan sementara dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar pemanas reaktor, bukan untuk kendaraan bermotor.
Produksi 1.450 Liter Minyak Pirolisis
Dewa Aswin menjelaskan, produksi minyak tersebut berasal dari dua reaktor besar dan satu reaktor kecil. Dua reaktor besar masing-masing berkapasitas empat ton dan menghasilkan sekitar 600 liter minyak per reaktor.
Dengan demikian, dua reaktor besar menghasilkan sekitar 1.200 liter minyak. Sementara reaktor kecil berkapasitas 750 kilogram menghasilkan sekitar 250 liter. Jika seluruh reaktor beroperasi, total produksi mencapai sekitar 1.450 liter per hari.
“Minyak pirolisis nama hasil olahannya. Sekali operasional menghasilkan 1.450 liter,” ujar Aswin, Senin (10/8/2026).
Minyak pirolisis merupakan bahan bakar cair sintetis yang dihasilkan melalui proses pemanasan material organik, biomassa, plastik, atau ban pada suhu tinggi tanpa oksigen.
Belum Digunakan untuk Kendaraan
Meski menghasilkan bahan bakar cair, minyak pirolisis dari TOSS Karangdadi belum digunakan untuk sepeda motor maupun kendaraan lainnya.
Aswin menegaskan, minyak tersebut saat ini digunakan kembali untuk mendukung proses pemanasan reaktor. Penggunaannya sebagai bahan bakar kendaraan masih membutuhkan bahan tambahan serta kajian lebih lanjut.
“Minyak yang kita hasilkan itu sudah kita gunakan untuk pemanas reaktor, bukan untuk sepeda motor. Kalau untuk motor ada tambahan bahan lain. Hasil minyak destilasi kalau untuk motor butuh kajian lain,” jelasnya.
Menurut Aswin, minyak pirolisis tersebut juga telah menjalani uji laboratorium. Berdasarkan keterangan vendor, PT Bali Bersih Bersinar, hasil pengujian disebut memiliki kualitas yang setara dengan Marine Diesel Oil (MDO), yakni jenis bahan bakar diesel yang digunakan di sektor perkapalan.
Empat Mesin Masih Tahap Uji Coba
Petugas lapangan pengoperasian mesin pirolisis, Ketut Dirga, mengatakan fasilitas di TOSS Karangdadi masih dalam tahap uji coba.
Di lokasi tersebut terdapat empat mesin yang berkaitan dengan proses pengolahan. Dua mesin digunakan untuk mengolah sampah campuran, satu mesin untuk mengolah ban bekas, dan satu mesin destilasi untuk mengolah minyak hasil pirolisis.
Mesin-mesin tersebut dioperasikan dalam dua shift dengan total waktu kerja sekitar 16 jam per hari.
Kapasitas TOSS Capai 50 Ton Sampah per Hari
Secara keseluruhan, TOSS Karangdadi memiliki kapasitas pengolahan sekitar 30 hingga 50 ton sampah per hari. Namun, tidak seluruh sampah yang masuk ke fasilitas tersebut diolah menggunakan teknologi pirolisis.
Sementara itu, timbulan sampah di Kabupaten Klungkung sebelumnya tercatat sekitar 210 ton per hari. Untuk wilayah Nusa Penida, pemerintah telah memiliki fasilitas pengolahan tersendiri berupa TPST maupun TPS3R.
Masih Membutuhkan Fasilitas Pendukung
Dalam tahap pengujian, operasional mesin pirolisis masih menghadapi sejumlah kebutuhan fasilitas pendukung.
Staf lapangan, Nengah Sukada, mengatakan salah satu kebutuhan yang belum tersedia adalah mesin blower untuk membantu proses pengeringan sampah. Selain itu, diperlukan mesin pemilah sampah dengan kapasitas sekitar delapan ton.
Sukada mengatakan proses pengoperasian mesin tidak menghasilkan asap hitam pekat. Uap yang muncul selama pengolahan ditampung dan menghasilkan air yang kemudian dialirkan kembali ke mesin untuk dimanfaatkan sebagai pendingin.
Uji Emisi Jadi Penentu Operasional Penuh
Meski demikian, aspek emisi masih menjadi bagian penting yang harus dipastikan sebelum mesin beroperasi penuh.
Aswin mengatakan Pemkab Klungkung masih menunggu hasil uji emisi sekaligus mengevaluasi kinerja mesin. Masa uji coba bahkan akan diperpanjang hingga satu tahun untuk melihat kinerja jangka panjang serta kebutuhan pemeliharaan fasilitas.
“Masih uji emisi, masih proses. Harus tahu juga dalam setahun bagaimana pemeliharaannya. Jadi uji coba akan diperpanjang sampai setahun,” katanya.
Operasional penuh ditargetkan dimulai setelah seluruh tahapan pengujian, termasuk uji emisi, selesai. Peluncuran fasilitas juga direncanakan dalam waktu dekat.
Pemkab Siapkan Sampah, Vendor Sediakan Mesin
Dalam skema kerja sama saat ini, Pemkab Klungkung menyiapkan sampah, lokasi, dan kebutuhan listrik. Sementara mesin pengolahan disediakan oleh PT Bali Bersih Bersinar selaku vendor.
Aswin menyebut pola kerja sama tersebut masih bersifat gratis bagi Pemkab Klungkung. Vendor menggunakan fasilitas tersebut untuk menunjukkan kemampuan teknologi pengolahan sampah yang diharapkan dapat menarik investasi lebih luas ke depan.
“Kalau di Klungkung polanya masih gratis. Kita hanya menyiapkan sampahnya, tempat dan listrik,” ungkap Aswin.
Dengan kemampuan menghasilkan sekitar 1.450 liter minyak pirolisis per hari, TOSS Karangdadi menjadi salah satu alternatif teknologi pengolahan sampah di Klungkung. Namun, hasil uji emisi, kesiapan fasilitas pendukung, dan evaluasi selama masa uji coba akan menjadi dasar sebelum teknologi tersebut dioperasikan secara penuh.
Pemkab Klungkung memproyeksikan masa uji coba berlangsung selama satu tahun sebelum dilakukan peluncuran operasional secara penuh. (BEM)



