Buleleng, Balienews.com – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mendorong reforestasi di Desa Pengejaran, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berbasis wilayah. Program yang berlangsung Mei hingga Oktober 2026 ini diarahkan untuk memulihkan kawasan hutan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan dan penguatan komoditas kopi.
Program tersebut merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.
Reforestasi Sekaligus Tingkatkan Kesejahteraan
Ketua Tim Peneliti Undiksha, Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, mengatakan reforestasi tidak hanya bertujuan menjaga fungsi ekologis kawasan hutan, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan dapat mendorong masyarakat semakin peduli terhadap keberadaan dan kelestarian hutan.
“Reforestasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan, kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian hutan juga akan semakin kuat,” ujar Astra Wesnawa.
Undiksha Serahkan Mesin Roasting Kopi
Sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat, Undiksha menyerahkan mesin roasting kopi kepada LPHD Sumber Wana di Desa Pengejaran.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah kopi yang selama ini banyak dipasarkan dalam bentuk green bean atau biji kopi mentah.
Dengan adanya mesin roasting, masyarakat diharapkan dapat mengolah kopi menjadi produk siap jual sehingga memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Mesin roasting ini merupakan bagian pendukung dari program. Harapannya, kopi tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Dilengkapi Teknologi Pendukung
Mesin roasting yang diserahkan Undiksha dilengkapi sejumlah fitur pendukung, antara lain pengatur suhu, pengaturan kecepatan atau speed control, sistem pendingin, blower, serta komponen lainnya.
Tidak hanya menyerahkan peralatan, tim Undiksha juga memberikan pendampingan kepada mitra mengenai cara pengoperasian dan perawatan mesin.
Pendampingan tersebut diharapkan membuat peralatan dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat.
Dorong Ekonomi Hijau di Desa Pengejaran
Program bertema “Reforestasi Kawasan Hutan Berbasis Green Technology untuk Mitigasi Perubahan Iklim dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Pengejaran, Kintamani, Bangli” ini mendapat dukungan DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Kewilayahan Tahun 2026.
Hingga Oktober 2026, Undiksha menargetkan program tersebut dapat mendorong pemulihan kawasan hutan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Pendekatan ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara pelestarian hutan, mitigasi perubahan iklim, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, dan peningkatan pendapatan masyarakat Desa Pengejaran.
Keberlanjutan program akan sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal secara bertanggung jawab. (BEM)




