Buleleng, Balienews.com – Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali, mulai dibenahi untuk disiapkan sebagai jalur alternatif penyeberangan Jawa-Bali saat arus kendaraan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan di jalur utama Ketapang-Gilimanuk, dengan Dermaga 3 menjadi prioritas karena dinilai paling siap melayani kendaraan pribadi.
General Manager Pelabuhan Celukan Bawang, Mochammad Imron, mengatakan penyiapan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Bali.
“Jadi, kan memang terjadi kemacetan di Ketapang-Gilimanuk yang mana sesuai dengan arahan untuk Celukan Bawang ini menjadi salah satu alternatif penyeberangan Jawa-Bali,” kata Imron di Buleleng, Kamis (24/9/2026).
Dermaga 3 Mulai Dibenahi
Sejumlah fasilitas di Dermaga 3 mulai dibenahi untuk mendukung operasional penyeberangan. Perbaikan meliputi pengadaan pelat besi sebagai alas ramp door kapal ro-ro, peningkatan penerangan, serta pelebaran dan pengerasan akses menuju dermaga.
Sebelumnya, akses menuju Dermaga 3 masih berupa jalan berbatu dengan lebar yang terbatas. Kondisi tersebut kini diperbaiki agar pergerakan kendaraan menuju dan dari kapal dapat berlangsung lebih baik.
Untuk tahap awal, Dermaga 3 akan difokuskan melayani kendaraan pribadi atau kendaraan golongan V.
“Untuk saat ini kami fokus dermaga tiga hanya untuk kendaraan pribadi golongan lima,” ujar Imron.
Dermaga 1 dan 2 Masih dalam Asesmen
Selain Dermaga 3, Pelindo bersama ASDP juga mengkaji kemungkinan penggunaan Dermaga 1 dan Dermaga 2.
Kedua dermaga tersebut masih menjalani asesmen untuk memastikan kesiapan dari aspek teknis, operasional, dan keselamatan sebelum digunakan sebagai bagian dari skema alternatif penyeberangan Nataru.
Imron mengatakan salah satu pertimbangan dalam penggunaan Dermaga 1 dan 2 adalah kesiapan angkutan logistik apabila sebagian arus dari Ketapang-Gilimanuk dialihkan melalui Celukan Bawang.
“Saat ini untuk dermaga satu dan dermaga dua dari kami dan ASDP sedang melaksanakan proses asesmen,” katanya.
Jika memenuhi persyaratan, Dermaga 1 dan Dermaga 2 berpotensi digunakan untuk mendukung angkutan logistik melalui rute Tanjung Wangi-Celukan Bawang.
Rute Celukan Bawang-Jangkar untuk Kendaraan Pribadi
Sementara itu, Dermaga 3 diarahkan untuk mendukung rute Celukan Bawang-Jangkar di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Rute tersebut diproyeksikan melayani kendaraan pribadi karena kapal yang akan digunakan untuk menuju Pelabuhan Jangkar dinilai sesuai untuk angkutan kendaraan pribadi.
“Kalau Dermaga 3 untuk yang dari Pelabuhan Jangkar, kemungkinan besar mungkin bisa kami laksanakan seperti itu. Karena kapalnya untuk yang masuk ke Jangkar itu sebenarnya kapal untuk kendaraan pribadi,” kata Imron.
Keputusan Operasional Menunggu Hasil Asesmen
Imron menegaskan keputusan mengenai pola operasional Pelabuhan Celukan Bawang selama periode Nataru nantinya berada di tangan pemerintah bersama para pemangku kepentingan terkait.
Pelindo masih menunggu hasil asesmen sebelum menentukan dermaga dan rute yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru.
“Hasilnya nanti akan kami kembalikan kepada kementerian. Hasilnya seperti apa, nanti mengambil keputusan bukan Pelindo tapi juga dari stakeholder utama di pemerintah,” ujar Imron.
Dengan adanya pembenahan tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang dipersiapkan sebagai salah satu opsi untuk mengantisipasi kepadatan arus penyeberangan Jawa-Bali selama Nataru 2026. Masyarakat pengguna jalur Jawa-Bali dapat mengikuti informasi resmi terkait pola operasional dan rute penyeberangan sebelum melakukan perjalanan. (BEM)




