BerandaBeritaDaerahPenumpang Trans Metro Dewata Naik 14 Persen saat BBM Langka di Bali

Penumpang Trans Metro Dewata Naik 14 Persen saat BBM Langka di Bali

Denpasar, Balienews.com – Jumlah penumpang Trans Metro Dewata meningkat hingga 14 persen pada Selasa (13/10/2026) dibandingkan sehari sebelumnya, di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali. Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya penggunaan transportasi publik sebagai alternatif mobilitas masyarakat saat pasokan BBM terganggu dan kemacetan meluas.

Manajer Trans Metro Dewata, Ida Bagus Eka Budi, mengatakan jumlah penumpang pada Selasa mencapai 6.501 orang atau bertambah 791 orang dibandingkan Senin (12/10/2026).

Meski jumlah penumpang meningkat, operasional bus menghadapi kendala akibat kepadatan lalu lintas dan kesulitan memperoleh BBM di SPBU.

Penumpang Trans Metro Dewata Meningkat

Berdasarkan rekapitulasi operator, jumlah penumpang Trans Metro Dewata pada Minggu (11/10/2026) tercatat sebanyak 5.865 orang. Pada hari itu, bus menjalankan 255 ritase dengan satu jadwal perjalanan tidak terlayani karena antrean BBM mulai terjadi di kawasan Sarbagita.

Jumlah penumpang kemudian turun menjadi 5.710 orang pada Senin (12/10/2026). Pada hari tersebut, operator mencatat 239 ritase dan 17 jadwal perjalanan tidak terlayani akibat antrean BBM yang semakin padat dan kemacetan lalu lintas.

Pada Selasa (13/10/2026), jumlah penumpang kembali meningkat menjadi 6.501 orang. Namun, dari 240 ritase yang tercatat, sebanyak 16 jadwal perjalanan tidak terlayani.

Eka Budi menjelaskan, rata-rata jumlah penumpang harian pada 1–10 Oktober 2026 mencapai 5.645 orang. Angka tersebut meningkat menjadi rata-rata 6.025 penumpang per hari selama periode 11–13 Oktober 2026.

Dengan demikian, rata-rata penumpang harian bertambah 380 orang atau sekitar 7 persen dibandingkan periode 10 hari pertama Oktober.

Kemacetan dan Kelangkaan BBM Ganggu Operasional Bus

Peningkatan jumlah penumpang menjadi indikasi bahwa transportasi publik semakin dibutuhkan masyarakat ketika mobilitas menggunakan kendaraan pribadi menghadapi kendala.

Namun, kondisi tersebut juga menimbulkan tantangan bagi operasional Trans Metro Dewata yang menerapkan mekanisme layanan Buy The Service (BTS).

Eka Budi mengatakan, gangguan operasional menyebabkan puluhan jadwal perjalanan tidak dapat dilayani secara maksimal. Kondisi di lapangan juga membuat personel harus menyelesaikan pekerjaan hingga menjelang subuh.

“Sisi negatifnya layanan ke masyarakat berkurang, 34 jadwal tidak terlayani, dan personil kami pulang menjelang subuh,” ujar Eka Budi.

Menurut dia, kendala utama berasal dari kemacetan parah akibat kepadatan lalu lintas serta kesulitan bus mendapatkan pasokan BBM di SPBU.

Penambahan armada maupun personel secara mendadak juga tidak mudah dilakukan ketika kondisi operasional di jalan masih terkendala.

Manajemen berharap situasi akibat kelangkaan BBM tersebut segera membaik agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan optimal.

Koridor Ubung–Bandara Jadi Salah Satu Rute Padat

Lonjakan penumpang Trans Metro Dewata saat kelangkaan BBM paling terasa pada jalur utama yang menghubungkan simpul-simpul transportasi penting.

Salah satu rute yang menjadi perhatian adalah Koridor 2, yang melayani perjalanan dari Terminal Ubung menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Kepadatan pada koridor tersebut menunjukkan pentingnya layanan angkutan umum untuk mendukung mobilitas masyarakat, termasuk perjalanan menuju bandara, di tengah gangguan lalu lintas.

Dishub Bali Dorong Pemanfaatan Transportasi Publik

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Bali juga menempatkan Trans Metro Dewata dan Trans Sarbagita sebagai alternatif transportasi masyarakat di tengah kendala pasokan energi.

Kepala Dishub Bali, I Kadek Mudarta, menyebut jumlah penumpang harian kedua layanan tersebut berada di kisaran 5.000 orang dalam beberapa bulan terakhir.

Dishub Bali mencatat sejumlah rute dengan tingkat kepadatan tinggi, di antaranya Koridor 1 dari Terminal Persiapan menuju Sentral Parkir Kuta, Koridor 2 dari Terminal Ubung menuju bandara, serta Koridor 5 yang melayani rute Titi Banda.

Layanan transportasi publik di kawasan aglomerasi tersebut didukung oleh 69 unit bus Trans Metro Dewata dan 10 unit bus Trans Sarbagita.

Tarif yang disebutkan untuk layanan tersebut sebesar Rp4.400, dengan sistem transfer yang berlaku dalam jangka waktu 90 menit.

Meningkatnya jumlah pengguna Trans Metro Dewata di tengah kelangkaan BBM menjadi pengingat akan pentingnya transportasi publik yang andal. Masyarakat dapat mempertimbangkan angkutan umum untuk mendukung mobilitas sehari-hari, sembari menyesuaikan perjalanan dengan kondisi lalu lintas dan jadwal layanan yang tersedia. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI