back to top
Sabtu, Agustus 30, 2025
- Advertisement -spot_img
BerandaTeknologiBali Resmikan 4 PLTS Desa, Tagihan Listrik Bisa Berkurang hingga 60 Persen

Bali Resmikan 4 PLTS Desa, Tagihan Listrik Bisa Berkurang hingga 60 Persen

Denpasar, Balienews.com – Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama Pemerintah Provinsi Bali meresmikan empat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga desa dengan total kapasitas 15,37 kWp.

Peresmian berlangsung pada Rabu (27/8) di Desa Banjarasem, Kabupaten Buleleng, sebagai langkah nyata menuju target Bali Net Zero Emission (NZE) 2045.

Empat Lokasi PLTS Baru di Tiga Desa

Empat PLTS tersebut dipasang di lokasi berbeda:

  • Kantor Perbekel Desa Banjarasem, Buleleng – 3,48 kWp dengan baterai 4,8 kWh.
  • Pompa Air Desa Baturinggit, Karangasem – 3,48 kWp dengan baterai 4,8 kWh.
  • Kantor Camat Nusa Penida, Klungkung – 5,95 kWp dengan baterai 4,8 kWh.
  • SD Negeri 1 Batununggul, Nusa Penida – 2,46 kWp dengan baterai 5,12 kWh.

Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif Desa Berbasis Energi Terbarukan yang diinisiasi IESR sejak Juni 2025.

Potensi Energi Surya Bali

Menurut analisis IESR, Bali memiliki potensi energi surya hingga 22 GW, namun pemanfaatannya saat ini masih kurang dari 1 persen.

Program desa berbasis energi terbarukan diharapkan menjadi tonggak penting untuk kemandirian energi sekaligus memberdayakan masyarakat desa.

Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, menegaskan pemilihan tiga desa percontohan dilakukan dengan hati-hati melalui penilaian multi-indikator.

Aspek yang dipertimbangkan antara lain potensi energi, kebutuhan listrik publik, manfaat ekonomi dan sosial, serta kesiapan masyarakat mengelola sistem berbasis komunitas.

“Energi terbarukan harus hadir dalam kehidupan masyarakat desa dan dirasakan langsung manfaatnya, bukan hanya untuk memenuhi listrik, tapi juga untuk mendukung ekonomi rakyat dan pelayanan publik yang hijau dan berkualitas. Inilah wajah nyata transisi energi yang inklusif,” ujar Fabby.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, mengapresiasi langkah IESR.

Ia menekankan pentingnya edukasi sederhana kepada masyarakat agar manfaat PLTS mudah dipahami dan memicu minat untuk beralih ke energi terbarukan.

Dampak Positif bagi Desa

  • Desa Baturinggit – PLTS mendukung pompa air PAMSIMAS yang melayani 150 kepala keluarga.
  • Desa Banjarasem – PLTS di kantor desa mampu mengurangi biaya listrik hingga 60%, dengan penghematan dialihkan untuk kegiatan produktif.
  • Desa Batununggul – PLTS di kantor camat dan sekolah mendukung pelayanan publik serta proses belajar mengajar.

Sistem PLTS ini dikelola langsung oleh BUMDes dan penanggung jawab teknis yang sudah mendapat pelatihan untuk operasi dan perawatan.

Harapan Replikasi ke Seluruh Bali

Dengan dukungan dari lembaga filantropi ViriyaENB sejak 2023, IESR berharap proyek percontohan ini dapat direplikasi ke seluruh desa di Bali.

Kerja sama pemerintah desa, kabupaten/kota, hingga pusat diharapkan mempercepat terwujudnya Bali Mandiri Energi. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI