back to top
Jumat, Februari 27, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahBPBD Denpasar Pasang EWS di 8 Titik Rawan Banjir, Fokus Bendungan dan...

BPBD Denpasar Pasang EWS di 8 Titik Rawan Banjir, Fokus Bendungan dan Pasar Badung

Denpasar, Balienews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar memasang early warning system (EWS) di delapan titik rawan banjir sebagai langkah mitigasi menghadapi musim hujan.

Sistem peringatan dini ini dipasang di sejumlah bendungan (DAM) serta kawasan strategis, termasuk Pasar Badung, guna memantau debit air dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat, Rabu (17/12/2025).

Lokasi Pemasangan EWS di Denpasar

Berdasarkan data BPBD Kota Denpasar, delapan titik pemasangan EWS tersebut meliputi:

  • DAM Mertagangga, Ubung
  • DAM Sempol, Jalan Tukad Badung
  • DAM Dadas, Jalan Mahendradata Selatan
  • DAM Umadui, Jalan Gunung Soputan
  • DAM Lange, Jalan Tukad Lange, Monang Maning
  • Tukad Rangda, Jalan Pemelisan Bypass Ngurah Rai
  • DAM Buagan, Banjar Buagan
  • Jembatan penghubung Pasar Badung dan Pasar Kumbasari
Baca Juga :  Gempa M8,7 Guncang Kamchatka Rusia, Tsunami Berpotensi Capai Indonesia

Fungsi EWS Pantau Debit Air Secara Real Time

Sekretaris BPBD Kota Denpasar, Anak Agung Surya Kencana, menjelaskan EWS berfungsi untuk memantau debit air di masing-masing DAM secara real time. Pemantauan dilakukan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) saat hujan turun.

“Kami lakukan pemantauan debit airnya saat hujan dari Pusdalops,” ujarnya.

Khusus di kawasan Pasar Badung, EWS dilengkapi dengan pengeras suara untuk menyampaikan imbauan siaga jika permukaan air meningkat.

“Jika air naik, akan ada imbauan dari pengeras suara. Bila sudah meluap, alarm peringatan akan berbunyi. Saat ini masih dalam progres karena kendala listrik,” jelasnya.

BPBD Denpasar Siagakan Personel dan Peralatan

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Denpasar IB Joni Ariwibawa memastikan kesiapsiagaan penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Setiap hari, BPBD menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC), ambulans, serta Pusdalops.

Baca Juga :  Pemkab Tabanan Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem Awal November 2025

“Kami juga menyiapkan chainsaw dan mesin sedot air, serta berkolaborasi dengan Damkar, DLHK, PUPR, desa dan kelurahan, Polresta, hingga Kodim,” katanya.

Pemkot Denpasar Perbaiki Drainase dan Keruk Sungai

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menambahkan, pemerintah kota juga melakukan penggelontoran saluran air dan perbaikan drainase untuk mengurangi risiko banjir.

“Akibat pembangunan terjadi pengendapan, itu yang kami maksimalkan penanganannya,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Denpasar berkoordinasi dengan BMKG terkait perkembangan cuaca serta menyiapkan unit gawat darurat. Pengerukan sedimentasi juga telah dilakukan di sejumlah sungai, seperti Tukad Badung dan Tukad Loloan.

Imbauan Kewaspadaan untuk Masyarakat

Dengan pemasangan EWS dan kesiapsiagaan lintas instansi, masyarakat diimbau tetap waspada saat hujan lebat dan segera mengikuti informasi resmi dari BPBD. Laporkan potensi banjir sedini mungkin agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (BEM)

Baca Juga :  BPBD Tabanan Tetapkan Tiga Kecamatan Berstatus Awas Hujan Ekstrem 1–10 Desember 2025
BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI