back to top
Rabu, Maret 4, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahForkom SSB: Jangan Tutup TPA Suwung Tanpa Solusi Nyata

Forkom SSB: Jangan Tutup TPA Suwung Tanpa Solusi Nyata

Denpasar, Balienews.com – Rencana aksi penyampaian pendapat yang digelar Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) pada Kamis, 18 Desember 2025, resmi ditunda. Keputusan ini diambil setelah perwakilan Forkom SSB bertemu langsung dengan Gubernur Bali Wayan Koster pada Rabu (17/12/2025), menyusul rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang dijadwalkan mulai 23 Desember 2025.

Penundaan dilakukan sambil menunggu keputusan Menteri Lingkungan Hidup atas permohonan penundaan penutupan TPA Suwung yang diajukan Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Forkom SSB Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Ketua Forkom SSB I Wayan Suarta menjelaskan, dalam audiensi tersebut Gubernur Bali menyampaikan bahwa Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung telah secara resmi mengajukan permohonan kepada Kementerian Lingkungan Hidup agar penutupan TPA Suwung ditunda.

“Kami menunda aksi damai sambil menunggu keputusan Menteri Lingkungan Hidup terkait permohonan penundaan penutupan TPA Suwung,” ujar Suarta, Rabu sore.

Atas dasar itu, Forkom SSB sepakat menahan diri dan tidak melanjutkan aksi unjuk rasa hingga ada keputusan final dari pemerintah pusat.

Penundaan Aksi Bukan Berarti Masalah Selesai

Meski aksi ditunda, Forkom SSB menegaskan persoalan belum selesai. Jika permohonan penundaan ditolak, mereka memastikan akan kembali turun ke jalan sesuai rencana awal.

“Tuntutan kami jelas, sebelum ada solusi pengelolaan sampah yang konkret, TPA Suwung jangan ditutup,” tegas Suarta.

Forkom SSB menilai proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan pemerintah masih membutuhkan waktu panjang, diperkirakan hingga dua tahun sebelum benar-benar beroperasi.

Desak Perbaikan Akses Jalan Menuju TPA Suwung

Selain menolak penutupan TPA tanpa solusi transisi, Forkom SSB juga menuntut perbaikan akses jalan menuju TPA Suwung. Kondisi jalan yang rusak parah disebut menjadi penyebab antrean panjang truk sampah hingga meluber ke jalan raya.

Menurut Suarta, tuntutan tersebut telah mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Bali. Pemprov Bali berencana melakukan perbaikan jalan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum.

Rencananya jalan sepanjang ±8 kilometer dari pintu masuk bawah TPA Suwung akan diaspal, akses menuju area atas tumpukan sampah akan diperkuat dengan pasir, batu, dan limestone.

“Ini disanggupi Pak Gubernur. Harapannya, perbaikan jalan bisa memperlancar pembuangan sampah dan tidak lagi macet berjam-jam,” jelas Suarta.

Antrean Truk Dinilai Bahayakan Keselamatan

Forkom SSB juga mengingatkan bahwa antrean truk sampah yang mengular hingga ke jalan utama berpotensi mengganggu lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada jam-jam sibuk.

Beberapa truk bahkan dilaporkan terpaksa menginap di lokasi akibat panjangnya antrean masuk TPA.

Soroti Lemahnya Pemilahan Sampah di Sumber

Forkom SSB menilai persoalan sampah tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pihak swakelola. Mereka mengakui pemilahan sampah di tingkat rumah tangga masih jauh dari optimal.

“Kami juga mempertanyakan sejauh mana program pemerintah seperti TPS3R dan teba modern sudah disosialisasikan ke masyarakat,” ujar Suarta.

Ia menilai perlu evaluasi apakah sosialisasi belum maksimal atau masyarakat enggan memilah sampah karena merasa sudah membayar jasa angkut.

Ratusan Truk Bergantung pada TPA Suwung

Forkom SSB saat ini menaungi sekitar 235 pengelola swakelola sampah mandiri di wilayah Denpasar dan Badung. Dengan kepemilikan rata-rata dua hingga delapan truk, terdapat sekitar 600 unit truk pengangkut sampah yang setiap hari bergantung pada operasional TPA Suwung.

Tanpa solusi transisi yang jelas, Forkom SSB menilai penutupan TPA Suwung berpotensi memicu krisis sampah serius di kawasan Sarbagita.

Forkom SSB berharap pemerintah pusat segera mengambil keputusan yang berpihak pada solusi jangka pendek dan jangka panjang pengelolaan sampah Bali.

Masyarakat pun diimbau ikut berperan aktif melalui pemilahan sampah dari sumber untuk mencegah krisis lingkungan yang lebih luas. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI