back to top
Senin, Januari 19, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaBeritaDaerahBuleleng Jadi Model Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah

Buleleng Jadi Model Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah

Balienews.com – Kabupaten Buleleng, Bali, ditetapkan sebagai percontohan program ketahanan pangan berbasis sekolah melalui Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) guna menumbuhkan kemandirian pangan sejak dini dengan melibatkan siswa lintas jenjang pendidikan, yang diluncurkan serentak di empat sekolah di sekitar Kota Singaraja pada Senin (12/1), sebagai upaya membangun budaya menanam secara berkelanjutan.

Gerakan Ketahanan Pangan Dimulai dari Sekolah

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan gerakan sistematis yang menyasar generasi muda.

“Ini bukan sekadar menanam. Gerakan ini adalah upaya membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda,” ujar Akmal Malik saat peluncuran program.

Program ketahanan pangan berbasis sekolah ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Banjar Jawa, SMP Negeri 1 Singaraja, SMA Negeri 1 Singaraja, dan SMK Negeri 3 Singaraja.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya Dukung Green House Presisi Polres Tabanan Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

Menanam sebagai Budaya Baru Kemandirian Pangan

Akmal Malik menjelaskan, fokus utama program ini adalah membangun etos dan budaya menanam sejak usia dini sebagai fondasi kemandirian pangan nasional.

“Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai kemandirian pangan. Dari sinilah budaya menanam bisa tumbuh,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kabupaten Buleleng dipilih sebagai percontohan di Bali karena dinilai memiliki semangat kolektif dan potensi besar dalam pengembangan ketahanan pangan lokal.

Sudah Diterapkan di Lima Provinsi

Gerakan ketahanan pangan berbasis sekolah ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, program serupa telah diterapkan di lima provinsi lain di Indonesia.

“Kami ingin budaya menanam menjadi nilai baru di Bali, melengkapi budaya seni yang telah mendunia, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan pangan berkelanjutan,” kata Akmal Malik, yang juga menjabat sebagai Pembina YSPN.

Baca Juga :  Tak Sekadar Jaga Kamtibmas, Polres Tabanan Aktif Dukung Ketahanan Pangan

Bantuan Bibit dan Beras untuk Siswa

Sebagai bentuk dukungan konkret, YSPN menyalurkan 200 bibit tanaman ke masing-masing sekolah. Bibit tersebut akan ditanam dan dirawat langsung oleh para siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Selain itu, YSPN juga memberikan bantuan sosial berupa beras 5 kilogram kepada siswa dari keluarga kurang mampu di setiap sekolah peserta.

Pemkab Buleleng Dukung Penuh Program

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan program ini.

“Prinsipnya satu siswa, satu bibit. Dengan sekitar 1.200 siswa, berarti ada 1.200 tanaman yang dirawat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan ini berpotensi menjadi kontribusi nyata dalam menstabilkan pasokan dan harga pangan lokal, terutama komoditas yang kerap mengalami lonjakan harga saat hari raya keagamaan di Bali.

Baca Juga :  Lahan Sawah Bali Menyusut 4.000 Ha, Pemprov Petakan 6.000 Ha Lahan Baru

Solusi Tekan Lonjakan Harga Pangan

Gede Suyasa mencontohkan harga cabai yang sering melonjak tinggi saat hari besar keagamaan. Melalui gerakan produktif berbasis sekolah, tekanan harga di pasar dapat ditekan.

“Jika siswa bisa memanen hasil tanamannya sendiri, maka ketergantungan pada pasar berkurang dan stabilitas harga bisa terjaga,” pungkasnya.

Program ketahanan pangan berbasis sekolah di Buleleng diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kemandirian pangan dari lingkungan pendidikan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI