Tabanan, Balienews.com – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot memastikan kesiapan penuh operasional destinasi wisata unggulan Bali tersebut di tengah cuaca ekstrem dan gelombang pasang yang terjadi belakangan ini.
Dengan rata-rata kunjungan stabil sekitar 3.000 wisatawan per hari, pengelola mengutamakan keamanan pengunjung serta melakukan diversifikasi atraksi wisata agar pengalaman wisata tetap optimal.
Pengamanan Diperketat di Area Pantai
Merespons kondisi cuaca yang tidak menentu, Manajemen DTW Tanah Lot menginstruksikan seluruh personel lapangan untuk siaga penuh, terutama tim Balawista (lifeguard) dan petugas keamanan.
Mereka ditempatkan di sejumlah titik krusial sepanjang garis pantai untuk memantau potensi risiko bagi wisatawan.
Sistem pengawasan dilakukan secara manual dan intensif, termasuk penerapan skema buka-tutup akses pantai yang bersifat situasional.
Langkah ini dilakukan demi menjamin keselamatan wisatawan saat ombak tinggi atau angin kencang melanda kawasan Tanah Lot.
Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas Utama
Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, S.E., menegaskan bahwa aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar.
“Antusiasme wisatawan tetap tinggi meski cuaca sedang ekstrem. Karena itu, seluruh tim operasional kami siagakan untuk memantau kondisi ombak dan angin secara ketat. Tujuan kami satu, memastikan wisatawan tetap aman dan nyaman menikmati Tanah Lot,” ujar Sudiana.
Kolaborasi dengan Museum Tanah Lot Bali
Tak hanya fokus pada aspek keamanan, DTW Tanah Lot juga melakukan inovasi atraksi dengan menjalin kerja sama bersama Museum Tanah Lot Bali (Museum Majapahit Bali).
Kolaborasi ini memberikan kemudahan bagi wisatawan melalui sistem pembelian tiket terintegrasi, sehingga pengunjung dapat menikmati wisata alam sekaligus wisata edukasi sejarah dalam satu kawasan.
Kehadiran museum menjadi alternatif wisata indoor yang relevan, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung aktivitas luar ruang seperti hujan atau panas terik.
Strategi Perpanjang Durasi Kunjungan Wisatawan
Menurut Sudiana, kerja sama ini membuka pilihan baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot.
“Selain menikmati panorama sunset dan Pura Tanah Lot, kini wisatawan bisa menelusuri sejarah Majapahit di museum. Strategi ini tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memperpanjang length of stay wisatawan,” tambahnya.
Tanah Lot Menuju Destinasi Wisata Lengkap dan Edukatif
Dengan integrasi wisata alam, budaya, dan sejarah, Manajemen DTW Tanah Lot optimistis dapat meningkatkan kepuasan pengunjung.
Langkah ini diharapkan semakin mengukuhkan Tanah Lot sebagai destinasi wisata yang aman, lengkap, dan edukatif, sekaligus tetap menarik dikunjungi di berbagai kondisi cuaca. (BEM)




