Mangupura, Balienews.com — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan uji coba rekayasa arus lalu lintas di Kerobokan Kelod tetap dilanjutkan setelah menunjukkan hasil signifikan dalam mengurai kemacetan, khususnya di kawasan depan Lapas Kerobokan, Selasa (27/1).
Kebijakan ini dibahas langsung bersama tokoh masyarakat setempat guna mencari solusi terbaik yang berpihak pada kepentingan publik dan pariwisata.
Dialog Langsung dengan Tokoh Masyarakat
Bupati Adi Arnawa berdialog dengan perwakilan tokoh masyarakat dari Banjar Pengubengan Kauh, Banjar Taman, dan Banjar Taman Mertanadi.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat diberi ruang menyampaikan aspirasi, pendapat, dan kondisi riil di lapangan terkait pelaksanaan uji coba rekayasa lalu lintas.
“Rekayasa lalu lintas jangka pendek ini kami lakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di depan Lapas Kerobokan dan sejumlah titik lainnya,” ujar Bupati Adi Arnawa di Mangupura.
Dukungan Warga Disertai Catatan Penting
Secara prinsip, masyarakat mendukung dan mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung.
Namun, sejumlah catatan disampaikan sebagai bahan evaluasi, terutama terkait dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha, toko, dan UMKM akibat penurunan omzet, serta pengaruhnya terhadap kegiatan adat dan budaya.
Hasil Uji Coba Dinilai Signifikan
Menurut Bupati Adi Arnawa, hasil evaluasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menunjukkan perubahan positif yang cukup signifikan.
Indikator tersebut mencakup peningkatan kecepatan kendaraan, pemangkasan waktu tempuh, dan aspek keamanan lalu lintas.
“Berdasarkan data, sudah terjadi perubahan yang signifikan. Karena itu, uji coba akan tetap berjalan,” tegasnya.
Fokus Kenyamanan Wisata dan Ekonomi
Bupati menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan serta pengguna jalan.
Ia optimistis, jika sistem berjalan optimal, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi masyarakat.
“Kalau sudah berjalan baik, dampaknya luar biasa. Bukan hanya pariwisata, tapi sektor ekonomi juga ikut terdongkrak,” ujarnya.
Masukan Warga Jadi Bahan Evaluasi
Seluruh masukan masyarakat akan dijadikan bahan kajian dan evaluasi menyeluruh. Bupati Adi Arnawa mengakui bahwa setiap kebijakan publik tidak selalu dapat memuaskan semua pihak.
“Dalam membuat kebijakan, tidak mungkin menyenangkan semua orang. Tapi kami akan terus mencari yang terbaik demi kepentingan yang lebih luas,” katanya. (BEM)




