Denpasar, Balienews.com – Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan 17 ribu bibit kelapa genjah untuk memperkuat pasokan bahan baku arak Bali melalui gerakan penanaman di Kabupaten Karangasem. Program ini digagas untuk menjamin keberlanjutan produksi tuak sebagai bahan dasar arak, seiring meningkatnya permintaan di pasar domestik dan sektor pariwisata.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, di Denpasar, Kamis (26/2), menjelaskan bahwa penguatan sektor hulu menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi arak Bali.
“Untuk memperkuat sektor hulu produksi arak dilakukan gerakan penanaman 17 ribu bibit kelapa genjah di Kabupaten Karangasem,” ujarnya.
Pasokan Tuak Terancam Pohon Tua
Wiryanata mengungkapkan, hampir 70 persen penghasil tuak sebagai bahan baku arak Bali berada di Karangasem. Namun, sebagian besar pohon kelapa yang ada saat ini sudah berusia tua, tinggi, dan kurang produktif.
Menurut data Disperindag Bali, kondisi tersebut menyulitkan petani, terutama saat musim hujan karena pohon sulit dipanjat dan hasil produksi menurun.
“Semakin tua umur pohon kelapa, produksinya justru cenderung menurun. Karena itu perlu peremajaan dengan bibit baru yang lebih produktif dan mudah dikelola,” katanya.
Kelapa Genjah Lebih Cepat Berbuah
Kelapa genjah dipilih karena memiliki karakter pohon lebih pendek, cepat berbuah, dan lebih mudah dirawat. Dalam waktu sekitar tiga tahun, tanaman ini sudah dapat menghasilkan nira secara optimal.
Dari total 17 ribu bibit, sebanyak 6.000 bibit akan didistribusikan di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen. Penanaman juga diperluas ke desa sekitar seperti Telaga Tawang dan wilayah lain di Karangasem, menyesuaikan ketersediaan lahan.
Gubernur Bali Tanam Simbolis 27 Februari 2026
Gubernur Bali, Wayan Koster, dijadwalkan melakukan penanaman simbolis pada 27 Februari 2026 di Desa Tri Eka Buana. Sebagian bibit telah lebih dahulu didistribusikan dalam beberapa hari terakhir.
Program ini didanai melalui APBD serta dukungan APBN. Pemerintah menargetkan dalam tiga tahun ke depan pohon-pohon baru tersebut sudah mampu menghasilkan nira secara optimal sehingga pasokan tuak lebih terjamin.
Permintaan Arak Bali Terus Meningkat
Disperindag Bali mencatat permintaan arak Bali terus tumbuh, terutama karena mulai digunakan di hotel dan bar sebagai bahan koktail.
Wiryanata menilai, dari sisi harga dan cita rasa, arak Bali semakin kompetitif dan diminati. Karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada promosi, tetapi juga penguatan sektor hulu.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan siklus produksi arak Bali yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar yang terus berkembang.
Dengan gerakan tanam 17 ribu kelapa genjah di Karangasem, Pemprov Bali menegaskan komitmennya mendukung petani arak dari hulu hingga hilir. (BEM)




