Jembrana, Balienews.com – Kepolisian Daerah Bali menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, saat arus mudik Lebaran 2026, Minggu (15/3). Kepadatan terjadi akibat tingginya mobilitas masyarakat yang hendak keluar Bali menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sehingga polisi bersama instansi terkait melakukan pengaturan lalu lintas, penundaan kendaraan, serta koordinasi operasional penyeberangan agar arus mudik tetap terkendali.
Antrean Kendaraan Mengular Puluhan Kilometer
Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer pada Minggu. Lonjakan volume kendaraan ini dipicu tingginya mobilitas masyarakat yang hendak meninggalkan Bali menjelang puncak arus mudik Lebaran.
Kondisi tersebut membuat aparat kepolisian bersama pemangku kepentingan lainnya melakukan berbagai langkah pengaturan lalu lintas di jalur menuju pelabuhan.
Kepala Biro Operasi Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono mengatakan pihaknya terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan melalui berbagai strategi di lapangan.
“Kami bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk melalui berbagai langkah, mulai dari pengaturan dan rekayasa lalu lintas hingga penerapan sistem penundaan kendaraan,” ujarnya di Denpasar, Minggu malam.
Rekayasa Lalu Lintas dan Sistem Penundaan Kendaraan
Untuk mengendalikan arus kendaraan, personel kepolisian ditempatkan di sejumlah titik rawan kepadatan di sepanjang jalur menuju pelabuhan.
Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur. Skema ini dilakukan untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan sehingga kapal dapat kembali beroperasi lebih cepat.
Selain itu, kepolisian melakukan penyekatan terhadap kendaraan bersumbu lebih dari tiga di wilayah Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan.
Kendaraan tersebut diarahkan menuju buffer zone untuk menerapkan sistem penundaan (delay system), sehingga tidak semua kendaraan tiba bersamaan di kawasan pelabuhan.
“Langkah ini dilakukan agar kepadatan di sekitar pelabuhan dapat dikendalikan,” kata Soelistijono.
Kantong Parkir dan Patroli Antisipasi Konflik
Petugas juga menyiapkan sejumlah kantong parkir sebagai tempat penampungan sementara kendaraan yang menunggu giliran menyeberang.
Patroli berkala dilakukan untuk mencegah penyerobotan antrean yang berpotensi memicu kemacetan maupun konflik antar pengguna jalan.
Pada malam hari, polisi juga melakukan patroli menggunakan kendaraan roda dua untuk membangunkan sopir yang tertidur saat menunggu antrean panjang kendaraan menuju pelabuhan.
Situasi Berbeda di Pelabuhan Padangbai
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem.
Aktivitas penyeberangan di pelabuhan tersebut masih relatif lengang. Antrean kendaraan hampir tidak terlihat karena volume kendaraan belum mengalami lonjakan signifikan.
Imbauan Kepolisian untuk Pemudik
Polda Bali mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar tetap tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Sinergi antara petugas dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama agar arus mudik Lebaran dapat berjalan lebih lancar dan aman.
Bagi pemudik yang menuju Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, disarankan memantau informasi lalu lintas terkini dan mempersiapkan perjalanan dengan baik. (BEM)




