BerandaKesehatanKasus HIV Bali Tinggi, 600 Pasien Bukan Warga Lokal

Kasus HIV Bali Tinggi, 600 Pasien Bukan Warga Lokal

Denpasar, Balienews.comDinas Kesehatan Provinsi Bali mengungkapkan sekitar 31 persen kasus HIV/AIDS sepanjang 2025 di Bali berasal dari penduduk non-KTP Bali dan warga negara asing (WNA). Data ini muncul dari total 2.039 kasus yang tercatat selama satu tahun.

Kepala Bidang P2P Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa tingginya angka kasus HIV di Bali tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi penduduk lokal, karena banyak pasien dari luar daerah yang mengakses layanan kesehatan di Pulau Dewata.

Banyak Pasien dari Luar Bali Akses Pengobatan

Menurut Raka Susanti, data HIV dihitung berdasarkan pasien yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Bali, bukan semata-mata berdasarkan domisili.

“Sekitar 31 persen pasien berasal dari luar Bali. Banyak yang memilih berobat di sini, termasuk WNA,” ujarnya di Denpasar, Selasa (21/4).

Baca Juga :  Hari AIDS Sedunia 2025: Perkuat Dukungan dan Akhiri Epidemi HIV

Dari total 2.039 kasus, lebih dari 600 pasien diketahui bukan penduduk Bali. Hal ini membuat perbandingan rasio kasus dengan jumlah penduduk Bali sekitar 4,4 juta jiwa menjadi kurang relevan.

Fasilitas Kesehatan Lengkap Jadi Daya Tarik

Dinkes Bali menyebut, salah satu alasan banyak pasien dari luar daerah berobat di Bali adalah karena akses layanan kesehatan yang lengkap dan terbuka.

Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Bali disebut siap melayani pemeriksaan hingga pemberian obat HIV. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai yayasan juga membantu menjangkau dan mendampingi pasien.

“Yayasan membantu menemukan kasus, mendampingi pasien, hingga mengarahkan ke fasilitas kesehatan untuk pengobatan,” jelasnya.

Kasus Tidak Selalu Tertular di Bali

Dinkes Bali juga menegaskan bahwa tidak semua pasien tertular HIV di Bali. Banyak di antaranya sudah terinfeksi di daerah asal, namun memilih menjalani pengobatan di Bali.

Baca Juga :  Dinkes Bali Perkuat Deteksi Dini Pneumonia Balita

Setiap pasien yang menjalani pemeriksaan atau pengobatan di Bali akan tercatat dalam sistem data provinsi, sehingga angka kasus terlihat tinggi.

Upaya Penanganan dan Pencegahan Terus Digencarkan

Saat ini, jumlah kumulatif pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai 14.314 orang, sementara target temuan kasus dari pemerintah pusat mencapai 27.081 kasus.

Pemerintah Provinsi Bali terus melakukan berbagai langkah pencegahan, antara lain melalui skrining HIV secara masif, menjamin keamanan transfusi darah, menyediakan obat secara merata, serta mengedukasi masyarakat terkait perilaku berisiko.

Selain itu, untuk mencegah penularan melalui hubungan seksual, masyarakat diimbau agar tidak berganti-ganti pasangan, menggunakan alat pelindung, dan menghindari hubungan dengan pasangan berisiko.

Kurangi Stigma, Kunci Pengendalian HIV

Raka Susanti menekankan pentingnya mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Pasien perlu menjalani pengobatan seumur hidup dan rutin memeriksa viral load untuk menekan risiko penularan.

Baca Juga :  Bali Tingkatkan Kewaspadaan Super Flu H3N2 hingga Puskesmas

“Yang terpenting, pasien patuh minum obat dan masyarakat tidak memberikan stigma, agar mereka terbuka dan bisa tertangani dengan baik,” tegasnya.

Tingginya angka kasus HIV/AIDS di Bali tidak lepas dari peran Bali sebagai pusat layanan kesehatan yang terbuka. Dukungan masyarakat dalam mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran menjadi kunci pengendalian penyebaran HIV ke depan. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI