Buleleng, Balienews.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, melalui Wakil Bupati Gede Supriatna menyalurkan bantuan percepatan penurunan stunting kepada balita dan ibu hamil di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Jumat (24/4). Program ini menyasar langsung kelompok rentan sebagai upaya intervensi nyata menekan angka stunting di daerah tersebut.
Sebanyak 81 penerima manfaat mendapat bantuan, terdiri dari 19 balita terdampak stunting, 19 balita kurang gizi, dan 43 ibu hamil. Selain itu, disalurkan pula 150 paket makanan tambahan, masing-masing 100 dus untuk balita dan 50 dus untuk ibu hamil.
Intervensi Langsung untuk Tekan Stunting
Wakil Bupati Gede Supriatna mengatakan, program pemberian makanan tambahan merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menangani stunting secara langsung.
“Program ini adalah salah satu upaya nyata melalui penyaluran makanan tambahan bagi balita terdampak stunting dan ibu hamil,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung tumbuh kembang anak agar lebih sehat dan berkualitas.
Libatkan Lintas Sektor
Program percepatan penurunan stunting ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga pemerintah kelurahan. Kolaborasi lintas sektor juga diperkuat dengan peran PKK dan GOW.
Menurut Supriatna, keterlibatan semua pihak menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Data Stunting Jadi Evaluasi Kebijakan
Pemerintah Kabupaten Buleleng menggunakan pendekatan berbasis data dalam penanganan stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di daerah ini berada di kisaran 13 persen, sementara data Dinas Kesehatan mencatat sekitar 3,35 persen.
Perbedaan data tersebut, kata Supriatna, tidak menjadi hambatan, melainkan bahan evaluasi untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Yang terpenting adalah upaya penurunan stunting terus dilakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Optimistis Turunkan Angka Stunting
Supriatna juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan, kader posyandu, serta pemerintah desa dan kelurahan yang aktif mendukung program ini.
Dengan langkah yang terintegrasi dan berkelanjutan, Pemkab Buleleng optimistis penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Upaya percepatan penurunan stunting di Buleleng membutuhkan dukungan semua pihak. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dalam menjaga asupan gizi keluarga demi menciptakan generasi sehat dan unggul di masa depan. (BEM)




