Denpasar, Balienews.com – Pemerintah Indonesia melalui sejumlah kementerian melakukan kunjungan strategis ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali pada Jumat (1/5/2026) untuk mempercepat pengembangan kawasan sebagai pusat keuangan internasional. Kunjungan tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, dengan fokus pada kesiapan infrastruktur, regulasi, dan ekosistem investasi guna menarik investor global.
Kunjungan Strategis ke Proyek Unggulan
Rombongan pemerintah meninjau langsung kawasan Sira Village – Grand Outlet Bali, salah satu proyek unggulan di KEK Kura Kura Bali. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Bali Turtle Island Development dan Mitsubishi Estate yang dijadwalkan meluncur pada pertengahan 2026.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat realisasi kawasan ekonomi khusus berbasis sektor keuangan di Bali.
Target Jadi Pusat Keuangan Internasional
Menko Airlangga menyampaikan bahwa pengembangan KEK ini merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto untuk membentuk Special Financial Center di Bali. Model yang diacu adalah Dubai International Financial Centre yang telah sukses menarik investasi global.
Menurut Airlangga, pemerintah tengah mematangkan regulasi untuk mendukung operasional KEK sektor keuangan, termasuk skema pengelolaan, insentif, dan fasilitas bagi investor internasional.
Knowledge District Jadi Andalan
Pihak pengelola KEK, melalui PT Bali Turtle Island Development, memaparkan konsep Knowledge District sebagai pusat pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan. Kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan pendidikan, riset, dan sumber daya manusia sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.
Presiden Direktur BTID, Tuti Hadiputranto, menegaskan kesiapan infrastruktur fisik, kelembagaan, dan kemitraan global untuk mendukung KEK Kura Kura Bali sebagai pusat keuangan nasional.
Ekosistem Pendukung Investasi Global
KEK Kura Kura Bali juga menghadirkan Business Hub yang akan menjadi pusat kolaborasi berbagai program internasional, termasuk Global Blended Finance Alliance (GBFA). Selain itu, kawasan ini dilengkapi fasilitas pendidikan seperti ACS Bali serta pusat riset lingkungan pesisir melalui International Mangrove Research Center (IMRC).
Seluruh ekosistem ini dirancang untuk menciptakan lingkungan investasi yang kompetitif dan berkelanjutan.
Pengembangan KEK Kura Kura Bali sebagai pusat keuangan internasional diharapkan mampu menarik arus investasi global sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi dunia. Pemerintah mengajak pelaku usaha dan investor untuk memanfaatkan peluang ini sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional.




