Balienews.com – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, mengembangkan lesson study atau kaji pembelajaran sebagai model pembelajaran kolaboratif yang berfokus pada refleksi dan peningkatan kualitas proses belajar siswa selama tahun ajaran 2026.
Program ini diterapkan di sekolah laboratorium Undiksha mulai dari jenjang PAUD hingga SMA guna membangun budaya belajar yang lebih aktif, kreatif, dan bermakna.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Undiksha, I Made Tegeh, di Singaraja, Selasa, mengatakan lesson study menjadi pendekatan efektif dalam menciptakan budaya belajar berkualitas di dunia pendidikan.
“Lesson study bukan sekadar mengamati guru mengajar. Esensinya adalah kolaborasi dan refleksi berkelanjutan untuk memahami bagaimana siswa belajar dan bagaimana pembelajaran dapat terus diperbaiki,” ujarnya.
Fokus pada Peningkatan Proses Belajar Siswa
Menurut Prof Tegeh, pendekatan lesson study menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Guru dan dosen diberikan ruang untuk saling belajar, bertukar pengalaman, hingga mengembangkan inovasi pembelajaran secara langsung di dalam kelas.
Melalui metode tersebut, proses belajar tidak lagi hanya berpusat pada guru, melainkan lebih menekankan keterlibatan aktif siswa dalam memahami materi pembelajaran.
Pendekatan ini juga memperkuat fungsi sekolah laboratorium Undiksha sebagai pusat inovasi pendidikan dan laboratorium pembelajaran.
Libatkan Orangtua dan Pemangku Kepentingan
Dalam implementasinya, program lesson study menghadirkan kelas terbuka yang melibatkan orangtua siswa serta pemangku kepentingan pendidikan sebagai pengamat atau observer.
Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memberikan masukan terhadap proses pembelajaran sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas belajar siswa.
Terapkan Pembelajaran Inovatif di Kelas
Berbagai metode pembelajaran inovatif diterapkan dalam kegiatan tersebut. Mulai dari diskusi kolaboratif, pembelajaran berbasis proyek, pemecahan masalah, hingga penggunaan media kreatif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Dampaknya, siswa dinilai menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran di kelas.
Program lesson study Undiksha berlangsung sejak semester ganjil hingga semester genap tahun ajaran 2026 dan menyasar seluruh jenjang pendidikan di sekolah laboratorium Undiksha.
Pengembangan model pembelajaran kolaboratif ini diharapkan mampu menjadi contoh inovasi pendidikan yang dapat diterapkan lebih luas untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. (BEM)




