BerandaKesehatanJangan Sering Menahan Bersin, Ini Bahaya yang Mengintai Kesehatan

Jangan Sering Menahan Bersin, Ini Bahaya yang Mengintai Kesehatan

Balienews.com – Menahan bersin mungkin terlihat sebagai tindakan sopan saat berada di tempat umum. Namun, kebiasaan ini ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Bersin merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan debu, alergen, bakteri, hingga virus dari saluran pernapasan.

Karena itu, para ahli menyarankan agar bersin tidak ditahan, melainkan dilakukan dengan etika yang benar menggunakan tisu atau lipatan siku.

Bersin, Mekanisme Alami Melindungi Tubuh

Bersin terjadi ketika ada benda asing yang mengiritasi hidung, seperti debu, asap, serbuk sari, bulu hewan, hingga virus dan bakteri.

Sistem saraf di hidung akan mengirim sinyal ke otak, kemudian otak mengoordinasikan sejumlah otot untuk mengeluarkan iritan tersebut melalui semburan udara berkecepatan tinggi.

Meski efektif membersihkan saluran napas, bersin juga dapat menyebarkan kuman ke udara. Oleh karena itu, penting menerapkan etika bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku.

Apa Saja Penyebab Bersin?

Bersin tidak hanya dipicu oleh flu atau pilek. Berbagai kondisi berikut juga dapat memicunya:

  • Alergi, seperti debu, tungau, serbuk sari, bulu hewan, parfum, atau asap rokok.
  • Infeksi dan iritasi hidung, misalnya flu, pilek, rhinitis, atau paparan serbuk lada dan cabai.
  • Rangsangan pada wajah, seperti mencabut alis atau kumis.
  • Olahraga, karena perubahan aliran darah dan pernapasan yang membuat hidung lebih sensitif.
  • Pada sebagian orang, bersin juga dapat dipicu oleh paparan sinar matahari, stres, hingga orgasme.

Menurut Alodokter, bersin merupakan refleks penting yang membantu membersihkan saluran napas dari partikel asing sehingga tubuh tetap terlindungi dari berbagai penyebab iritasi maupun infeksi.

Bahaya Menahan Bersin

Meski sering dianggap sepele, menahan bersin dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga hidung, telinga, dan tenggorokan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan sejumlah gangguan, di antaranya:

1. Gangguan Pendengaran

Tekanan udara yang tertahan dapat memengaruhi saluran telinga (tuba eustachius) hingga menyebabkan nyeri, gangguan pendengaran sementara, bahkan cedera gendang telinga pada kasus yang berat.

2. Meningkatkan Risiko Infeksi

Saat bersin ditahan, bakteri atau virus yang seharusnya keluar bisa tetap berada di saluran pernapasan. Kondisi ini berpotensi memicu infeksi, bahkan menyebar ke telinga.

3. Cedera Pembuluh Darah

Tekanan tinggi akibat menahan bersin dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di mata atau hidung pecah sehingga muncul mata merah, mimisan, atau dalam kasus tertentu perdarahan pada telinga.

4. Cedera Tenggorokan dan Diafragma

Walau jarang terjadi, tekanan yang sangat besar saat menahan bersin dapat menyebabkan cedera pada tenggorokan maupun diafragma. Pada kondisi yang sangat langka, komplikasi serius seperti cedera tulang rusuk atau pecahnya aneurisma juga pernah dilaporkan.

Cara Bersin yang Benar

Daripada menahan bersin, lakukan langkah berikut agar tetap menjaga kesehatan dan tidak mengganggu orang lain:

  • Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu, lalu segera buang ke tempat sampah.
  • Jika tidak ada tisu, gunakan lipatan siku, bukan telapak tangan.
  • Cuci tangan menggunakan sabun atau gunakan hand sanitizer setelah bersin.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila bersin terjadi terus-menerus disertai keluhan seperti demam, sesak napas, sakit kepala berat, nyeri telinga, mimisan berulang, atau sulit menelan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Menahan bersin mungkin terasa sopan, tetapi bukan pilihan terbaik bagi kesehatan. Terapkan etika bersin yang benar agar tetap melindungi diri sendiri sekaligus orang-orang di sekitar. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI