Mataram, Balienews.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 WITA. Guncangan gempa terasa hingga Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan membuat sejumlah warga berhamburan keluar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan.
Gempa terjadi saat warga mulai beraktivitas pada pagi hari, termasuk menyiapkan anak berangkat sekolah dan membersihkan rumah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa tersebut.
Gempa Terasa Kuat di Mataram
Sejumlah warga di Kompleks Perumahan Puri Anggrek, Kota Mataram, langsung keluar rumah dan berkumpul di tengah jalan setelah merasakan guncangan.
Warga bernama Veronika mengatakan gempa terasa cukup lama dan seperti ayunan. Guncangan tersebut membuatnya terkejut karena terjadi ketika warga sedang mempersiapkan aktivitas pagi.
“Gempa itu bikin kaget karena terjadi saat jam sibuk menyiapkan anak ke sekolah,” kata Veronika, dikutip dari Kantor Berita Antara.
Menurut dia, guncangan terasa seperti gerakan mengayun hingga membuat kepala terasa pusing.
Pusat Gempa Berada di Nagekeo
Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA dengan pusat gempa berada di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.
Gempa tersebut berlokasi pada koordinat 8,33 derajat Lintang Selatan dan 121,32 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Kedalaman yang relatif dangkal membuat guncangan gempa dapat dirasakan di sejumlah wilayah di sekitar pusat gempa, termasuk hingga Pulau Lombok.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami
BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami menyusul gempa berkekuatan M7,0 tersebut.
Berdasarkan pemantauan BMKG, gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah wilayah. Di Sikka dan Labuan Bajo, NTT, gelombang tercatat masing-masing setinggi 0,19 meter dan 0,36 meter.
Sementara itu, di Dompu, NTB, gelombang tsunami terdeteksi mencapai 0,17 meter.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.
Warga Diminta Waspadai Gempa Susulan
Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengikuti perkembangan informasi gempa melalui kanal resmi BMKG serta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Warga Lombok lainnya, Adam, mengaku terkejut ketika merasakan benda-benda di dalam kamarnya bergoyang saat dirinya masih tidur.
“Tadi saat lagi tidur tiba-tiba semua benda di kamar bergoyang, ternyata itu gempa bumi. Semoga tidak terjadi hal buruk di daerah pusat gempa,” ujarnya.
Masyarakat yang merasakan gempa diimbau tetap tenang, menjauhi bangunan yang berpotensi roboh, serta mengikuti arahan petugas apabila terdapat peringatan lanjutan.
Tetap pantau informasi resmi BMKG dan jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. (BEM)



