BerandaBeritaDaerahPertamina Perketat Pengawasan LPG Subsidi 3 Kg di Bali

Pertamina Perketat Pengawasan LPG Subsidi 3 Kg di Bali

Denpasar, Balienews.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memperketat pengawasan distribusi LPG subsidi 3 kilogram guna mencegah potensi penyimpangan, menyusul kenaikan harga LPG nonsubsidi yang berlaku sejak 18 April 2026.

Langkah ini dilakukan bersama lintas sektor untuk memastikan LPG subsidi tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat miskin, pelaku usaha mikro, petani, dan nelayan di Bali.

Pengawasan Diperketat untuk Cegah Penyimpangan

Manager Komunikasi, Relasi, dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh pada rantai distribusi.

Koordinasi juga diperkuat dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah guna mencegah praktik penyimpangan, seperti peralihan konsumsi dari LPG nonsubsidi ke subsidi hingga praktik oplosan.

“Pengawasan bersama lintas sektor untuk memastikan peruntukan penggunaan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak,” ujarnya di Denpasar, Senin (20/4).

Masyarakat Diminta Aktif Melapor

Pertamina turut mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pengawasan distribusi LPG subsidi. Warga dapat melaporkan dugaan penyimpangan melalui layanan pengaduan di nomor 135.

Partisipasi publik dinilai penting untuk menjaga distribusi energi bersubsidi tetap tepat guna dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Harga LPG Nonsubsidi Naik Hingga 18 Persen

Kenaikan harga LPG nonsubsidi menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan pengawasan. Untuk ukuran 12 kilogram, harga naik dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung atau meningkat sekitar 18,75 persen.

Sementara itu, LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kilogram juga naik dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung atau sekitar 18,89 persen.

Kenaikan ini merupakan yang pertama sejak 2023 dan mulai berlaku di sejumlah wilayah, termasuk Bali.

HET LPG 3 Kg di Bali Tetap Rp18 Ribu

Pemerintah Provinsi Bali tetap menetapkan harga eceran tertinggi (HET) LPG subsidi 3 kilogram sebesar Rp18 ribu per tabung, sesuai kebijakan daerah yang berlaku.

Pertamina memastikan ketersediaan stok LPG subsidi dalam kondisi aman. Rata-rata konsumsi harian LPG 3 kilogram di Bali tercatat mencapai sekitar 960 metrik ton.

“Stok dalam posisi terjaga dan tersedia,” tambah Ahad.

Upaya Jaga Distribusi Tepat Sasaran

Penguatan pengawasan ini diharapkan mampu menjaga distribusi LPG subsidi tetap tepat sasaran di tengah dinamika harga energi.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan LPG sesuai peruntukan serta segera melapor jika menemukan indikasi penyimpangan, demi menjaga keadilan distribusi energi bersubsidi. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI