Tabanan, Balienews.com – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri persembahyangan Uleman Penangkilan dalam rangka Upacara Pujawali di Pura Luhur Muncaksari, Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Sabtu (11/7). Kehadiran Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan menjadi wujud dukungan terhadap pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sanjaya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan serta sejumlah kepala perangkat daerah. Persembahyangan berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus memohon kerahayuan jagat, keselamatan, dan keharmonisan bagi masyarakat serta alam semesta.
Wujud Bhakti dan Pelestarian Tradisi
Upacara Pujawali di Pura Luhur Muncaksari menjadi salah satu momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan nilai spiritual melalui persembahyangan bersama. Kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan keagamaan tersebut juga mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Bupati Sanjaya bersama rombongan mengikuti seluruh rangkaian persembahyangan dengan penuh khusyuk sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai religius yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali.
Doa untuk Kerahayuan Jagat
Melalui momentum Pujawali, Bupati Sanjaya dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan turut memanjatkan doa agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam sebagai implementasi nilai-nilai budaya serta kearifan lokal Bali.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan
Kehadiran Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan menunjukkan komitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya Bali.
Nilai-nilai spiritual dan adat istiadat dinilai sebagai fondasi penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Masyarakat diharapkan terus berperan aktif melestarikan tradisi dan budaya Bali sebagai warisan yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan generasi mendatang. (BEM/Pro)




