Denpasar, Balienews.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 kembali menghadirkan sajian seni budaya yang memadukan tradisi Bali dengan pertunjukan internasional pada Sabtu, 4 Juli 2026.
Berlangsung di kawasan Taman Budaya Bali, Denpasar, agenda hari ini menampilkan pergelaran Mandolin dan Gamelan Penting, rangkaian Bali World Culture Celebration (BWCC), Wayang Cupak, Parade Janger Tradisi Remaja, hingga Tari Kolosal dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rangkaian acara tersebut menjadi bukti bahwa PKB tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Bali, tetapi juga ruang pertemuan budaya dunia yang memperkuat diplomasi seni dan budaya.
Mandolin dan Gamelan Penting Buka Agenda Sore Hari
Kegiatan dimulai pukul 15.00 Wita melalui Rekasadana (Pergelaran) Mandolin dan Gamelan Penting di Kalangan Angsoka.
Pergelaran ini dibawakan oleh Sanggar Seni Neo Nolin bersama Komunitas Seni Wasesa Ananta sebagai Duta Kabupaten Karangasem.
Penampilan tersebut menghadirkan perpaduan instrumen tradisional yang mencerminkan kekayaan musikal Bali sekaligus memperlihatkan kreativitas para seniman dalam mengembangkan seni karawitan.
Bali World Culture Celebration Hadirkan Kolaborasi Budaya Dunia
PKB 2026 kembali menghadirkan Bali World Culture Celebration (BWCC) yang menjadi salah satu agenda unggulan dalam mempertemukan seniman dari berbagai negara.
Pukul 16.00 Wita, Yayasan Perguruan Kesenian Liong/Naga dan Barongsai akan tampil di Kalangan Madya Mandala melalui pergelaran bertajuk Barongsai.
Selanjutnya pada pukul 17.00 Wita, Balinese Dance, Gamelan Dharma Swara dari New York, Amerika Serikat, akan tampil di Gedung Ksirarnawa, menampilkan perpaduan seni tari dan gamelan Bali yang dikembangkan oleh komunitas seni Bali di luar negeri.
Kehadiran BWCC menjadi simbol bahwa seni budaya Bali terus mendapat apresiasi di tingkat internasional sekaligus menjadi jembatan pertukaran budaya antarbangsa.
Wayang Cupak Tampil di Depan Gedung Kriya
Memasuki malam hari pukul 19.30 Wita, area Depan Gedung Kriya akan menjadi lokasi Rekasadana (Pergelaran) Wayang Cupak.
Pertunjukan ini dibawakan oleh Sanggar Wangked dari Banjar Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang sebagai Duta Kabupaten Gianyar.
Wayang Cupak merupakan salah satu seni pertunjukan klasik Bali yang mengangkat kisah tokoh Cupak dan Grantang dengan balutan humor, pesan moral, serta iringan gamelan tradisional.
Parade Janger Tradisi Remaja Meriahkan Kalangan Ayodya
Pada waktu yang sama pukul 19.30 Wita, Kalangan Ayodya menghadirkan Utsawa (Parade) Janger Tradisi Remaja.
Penampilan dibawakan oleh Sekaa Janger Banjar Pegok dari Desa Adat Sesetan, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan sebagai Duta Kota Denpasar.
Parade ini menjadi salah satu bukti regenerasi seni tradisional Bali melalui keterlibatan generasi muda dalam melestarikan kesenian Janger.
Tari Kolosal dari Yogyakarta Tutup Agenda PKB
Puncak kegiatan hari ini berlangsung pukul 19.30 Wita di Panggung Terbuka Ardha Candra melalui Rekasadana (Pergelaran) Tari Kolosal.
Pergelaran dipersembahkan oleh SMK Negeri 1 Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan melibatkan banyak penari dalam satu panggung, Tari Kolosal menghadirkan perpaduan koreografi, musik, dan tata artistik yang megah sehingga menjadi salah satu pertunjukan yang paling dinantikan oleh pengunjung PKB.
PKB Perkuat Posisi Bali sebagai Pusat Pertukaran Budaya Dunia
Melalui penyelenggaraan Bali World Culture Celebration, pertunjukan seni tradisional Bali, hingga penampilan kelompok seni dari luar daerah dan luar negeri, PKB ke-48 Tahun 2026 semakin mempertegas perannya sebagai festival budaya bertaraf internasional.
Mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha”, PKB menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan tradisi, kreativitas, dan persahabatan budaya dari berbagai penjuru dunia.
Masyarakat dan wisatawan diundang untuk menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan secara langsung di Taman Budaya Bali, Denpasar, serta mendukung upaya pelestarian seni budaya Bali agar tetap hidup dan dikenal di tingkat global. (BEM)



