Singaraja, Balienews.com – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian berdampak dengan mendampingi Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Program yang berlangsung sejak 2022 ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan, pengembangan desa wisata, hingga membuka sumber pendapatan baru lewat homestay berbasis masyarakat.
Pendampingan tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdian Undiksha dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program ini bertujuan memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengembangan Desa Wisata Panji.
Pendampingan Berkelanjutan Perkuat Desa Wisata Panji
Ketua Tim Pengabdian Undiksha, Nyoman Dini Andiani, mengatakan program pendampingan telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2022 dan memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan desa wisata yang semakin mandiri.
Menurutnya, program tersebut merupakan implementasi semangat Diktisaintek Berdampak yang menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal.
“Undiksha terus menunjukkan dampak nyata melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan ekonomi lokal yang kali ini menyasar Desa Panji,” ujarnya, Kamis (9/7).
Pelatihan Bahasa Inggris hingga Pengembangan Homestay
Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh berbagai pelatihan yang mendukung pengembangan sektor pariwisata desa. Materi yang diberikan meliputi bahasa Inggris praktis untuk melayani wisatawan, pengelolaan homestay berbasis masyarakat, hingga penyusunan paket wisata yang memanfaatkan potensi lokal.
Hasilnya, kini telah beroperasi sekitar 10 homestay dengan total sekitar 20 kamar yang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Desa Panji.
Nyoman Dini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah desa wisata tidak hanya diukur dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu menjadi pelaku utama yang memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Warga Semakin Percaya Diri Layani Wisatawan
Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Tulus Bakti, Komang Mariani, mengaku pendampingan dari Undiksha memberikan dampak positif terhadap kemampuan masyarakat dalam melayani wisatawan.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan membuat warga semakin percaya diri dalam berkomunikasi, khususnya menggunakan bahasa Inggris dasar saat menerima tamu.
“Pelatihan dari Undiksha membuat kami lebih percaya diri berkomunikasi dan memberikan pelayanan kepada wisatawan,” katanya.
Kembangkan Paket Wisata Berbasis Potensi Lokal
Selain pengembangan homestay, Undiksha juga mendampingi penyusunan paket wisata berbasis potensi lokal. Paket wisata tersebut mengangkat berbagai kekayaan Desa Panji, mulai dari sektor pertanian, kuliner tradisional, seni budaya, hingga pengalaman kehidupan masyarakat desa.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Desa Apresiasi Kolaborasi
Perbekel Desa Panji, Made Mangku Ariawan, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah desa dan Undiksha yang dinilai memberikan perubahan nyata bagi pengembangan Desa Wisata Panji.
Ia berharap kerja sama tersebut terus berlanjut sehingga kapasitas masyarakat semakin meningkat dan kemandirian ekonomi desa dapat terus berkembang.
“Kolaborasi ini membawa perubahan nyata bagi pengembangan Desa Wisata Panji dan membuka peluang agar masyarakat semakin mandiri,” ujarnya.
Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan desa wisata yang berkelanjutan di Bali. (BEM)



