back to top
Sabtu, Februari 21, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaPeristiwaRatusan Mangrove Mati Mendadak di Benoa

Ratusan Mangrove Mati Mendadak di Benoa

Denpasar, Balienews.com – Ratusan pohon mangrove di kawasan Pelindo Benoa, tepatnya di barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan, ditemukan mati mendadak. Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, turun langsung meninjau lokasi pada Jumat (20/2) untuk memastikan kondisi di lapangan dan mendesak penjelasan dari pihak terkait.

Kematian mangrove tersebut diduga bukan akibat faktor usia, melainkan karena pengaruh eksternal. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kebocoran pipa BBM di jalur distribusi kawasan pelabuhan.

Ditemukan Saat Melintas Tol Bali Mandara

Nyoman Parta mengaku pertama kali melihat kejanggalan itu saat melintas di atas Tol Bali Mandara sepulang dari Jakarta. Dari ketinggian tol, ia melihat sejumlah pohon mangrove tampak mengering.

“Ini kematian yang bukan karena umur, tapi karena faktor luar. Kita akan minta pihak Tahura, Pelindo, dan Jasa Marga menjelaskan kenapa ratusan mangrove ini mati,” tegasnya.

Untuk memastikan kondisi, ia bahkan menyewa jukung dan melakukan pengecekan dari sisi laut. Hasil pantauan menunjukkan sekitar 200 hingga 300 pohon mangrove mati secara bersamaan.

Dugaan Kebocoran Pipa BBM

Dalam peninjauan tersebut, Nyoman Parta didampingi komunitas Mangrove Ranger dan kelompok nelayan Simbar Segara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada November 2025 lalu sempat dilakukan pemeliharaan pipa BBM jalur distribusi dari Pelabuhan Benoa menuju Pertamina di Pesanggaran.

Pada periode yang sama, mangrove mulai menunjukkan tanda-tanda layu. Dugaan pun mengarah pada kemungkinan kebocoran pipa BBM.

“Saya curiga ini bukan faktor alami. Memang perlu dibuktikan, tapi berdasarkan informasi awal ada dugaan kebocoran pipa,” ungkapnya.

Jenis mangrove yang terdampak di antaranya Sonneratia alba (prapat), Rhizophora apiculata (bakau), dan Avicennia marina (api-api).

Desak Penjelasan Terbuka dan Penegakan Hukum

Politisi PDI Perjuangan tersebut meminta klarifikasi terbuka dari Tahura, Pelindo, Pertamina, Jasa Marga, dan Indonesia Power terkait penyebab pasti kematian mangrove.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum, termasuk Polda Bali dan Kejaksaan Tinggi Bali, untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Ini mangrove di pinggir jalan yang bisa dilihat semua orang. Masa sudah dibuat mati tanpa pertanggungjawaban?” tegasnya.

Mangrove Benoa, Penyangga Ekosistem Pesisir Bali

Kawasan mangrove Benoa memiliki peran vital sebagai pelindung alami dari abrasi, habitat biota laut, serta penyangga keseimbangan lingkungan pesisir selatan Bali.

Jika benar terjadi pencemaran akibat kebocoran pipa, dampaknya tidak hanya merusak vegetasi mangrove, tetapi juga mengancam ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan setempat.

Publik kini menunggu hasil investigasi resmi. Transparansi dan penegakan hukum dinilai penting demi menjaga kelestarian lingkungan Bali. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI