BerandaBeritaDaerahSekolah di Denpasar Bentuk Tim Khusus Tangani Limbah MBG, Sisa Makanan Nyaris...

Sekolah di Denpasar Bentuk Tim Khusus Tangani Limbah MBG, Sisa Makanan Nyaris Tak Ada

Denpasar, Balienews.com – Sejumlah sekolah di Kota Denpasar membentuk tim khusus untuk menangani limbah dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan agar pengelolaan sampah, baik organik maupun nonorganik, termasuk sisa makanan MBG, dapat dituntaskan di lingkungan sekolah tanpa menimbulkan persoalan baru.

Kebijakan tersebut diterapkan di antaranya di SMAN 4 Denpasar dan SMPN 7 Denpasar. Tim yang terdiri dari guru, siswa, hingga pengurus OSIS bertugas melakukan pemilahan, pengelolaan, dan penanganan limbah secara terpadu. Informasi ini disampaikan pada Jumat, 24 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya sekolah mendukung kebersihan lingkungan sekaligus menyukseskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Tim Khusus Kelola Limbah MBG di Sekolah

Kepala SMAN 4 Denpasar, Made Sudana, mengatakan tim khusus yang dibentuk tidak hanya menangani sampah hasil aktivitas warga sekolah, tetapi juga limbah yang berasal dari Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, volume limbah MBG di sekolah tergolong sangat kecil karena hampir seluruh menu yang disediakan selalu dihabiskan oleh para siswa. Jika masih terdapat sisa nasi maupun lauk, pengelolaannya dilakukan melalui fasilitas Teba Modern yang telah tersedia di lingkungan sekolah.

Made Sudana menilai pola pengelolaan sampah tersebut mampu mencegah penumpukan limbah sekaligus mendukung budaya peduli lingkungan di kalangan siswa.

SMPN 7 Denpasar Libatkan OSIS dan Kerja Sama dengan Desa

Sementara itu, Kepala SMPN 7 Denpasar, I Wayan Sugianta, menjelaskan penanganan sampah di sekolah dilakukan oleh tim khusus yang berasal dari OSIS. Para siswa bertugas melakukan pemilahan sampah, sedangkan proses pengangkutan dilakukan melalui kerja sama dengan pihak desa.

Khusus limbah dari Program Makan Bergizi Gratis, Sugianta menyebut jumlahnya hampir tidak ada. Sisa makanan yang masih layak dimanfaatkan biasanya dibawa pulang oleh guru maupun tenaga kependidikan untuk dijadikan pakan ternak sehingga tidak menjadi sampah yang terbuang sia-sia.

Sekolah Dukung Efisiensi Program MBG

Selain membahas pengelolaan limbah, pihak sekolah juga merespons rencana pemerintah yang akan memprioritaskan Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu apabila terjadi penyesuaian anggaran.

Made Sudana menyatakan kebijakan tersebut dapat diterima selama anggaran pendidikan tidak dialihkan untuk membiayai program MBG.

Pandangan serupa disampaikan salah seorang siswi SMAN 4 Denpasar, Ida Ayu Kania Kanaka. Ia menilai program akan lebih efektif dan tepat sasaran apabila difokuskan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.

Di sisi lain, Kepala SMPN 7 Denpasar, I Wayan Sugianta, juga menyatakan tidak mempermasalahkan apabila penerima manfaat MBG diprioritaskan bagi siswa kurang mampu. Menurutnya, sekolah akan tetap mendukung setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan peserta didik.

Pengelolaan Limbah Jadi Bagian Penting Keberhasilan MBG

Keberadaan tim khusus di sejumlah sekolah di Denpasar menunjukkan bahwa pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Dengan sistem pemilahan yang baik dan pemanfaatan kembali sisa makanan, sekolah berharap program ini tetap berjalan efektif tanpa menambah beban persoalan sampah. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI