back to top
Kamis, Maret 5, 2026
- Advertisement -spot_img
BerandaNusantaraWisataEkowisata Nuanu Berkembang: Magic Garden Tambah 5 Fasilitas Baru

Ekowisata Nuanu Berkembang: Magic Garden Tambah 5 Fasilitas Baru

Tabanan, Balienews.com Magic Garden di Nuanu Creative City merayakan ulang tahun pertamanya pada awal Desember 2025 dengan meluncurkan perkembangan terbaru berupa penambahan fasilitas edukasi, keberhasilan konservasi fauna–flora, serta cuplikan perdana The Glow Project yang akan resmi dibuka pada 2026.

Dalam satu tahun, fasilitas ini berkembang menjadi ruang belajar alam terbesar di kawasan Nuanu melalui program regenerasi lingkungan, keanekaragaman hayati, dan interaksi langsung bagi keluarga serta pelajar.

Perluasan Fasilitas dalam Setahun

Didirikan pada 2024, Magic Garden awalnya menghadirkan tiga fasilitas utama: Butterfly Garden, Botanical Gallery, dan Orchid Galore.

Dalam 12 bulan, kawasan ini berkembang dari tiga menjadi delapan fasilitas, menciptakan ekosistem alami bagi anggrek, tanaman asli, kupu-kupu, dan berbagai serangga penyerbuk.

Baca Juga :  Kampung Jalak Bali: Desa Konservasi Unik yang Tarik Wisatawan Lokal dan Dunia

Fasilitas baru tersebut mencakup Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park, dan tampilan awal The Glow Project—proyek paling dinantikan yang akan rilis pada 2026.

“Di Nuanu, tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem secara konsisten sehingga menjadi inkubator bagi orang yang berbakat untuk bekerja dengan tanaman dan serangga,” ujar Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director, Nuanu Creative City.

Keberhasilan Konservasi dan Program Edukasi

Selama setahun, Magic Garden berhasil meningkatkan tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan di alam liar. Mereka juga menambah koleksi flora asli Bali dan memperluas program reforestasi Miyawaki.

Selain itu, lebih dari 14.000 kupu-kupu dilepasliarkan, disertai 30+ kerja sama sekolah dan berbagai ruang konservasi khusus untuk flora Bali yang terancam punah.

Baca Juga :  Kampung Jalak Bali: Desa Konservasi Unik yang Tarik Wisatawan Lokal dan Dunia

Sebagai wadah literasi lingkungan, Magic Garden juga menggelar 21 workshop seperti terrarium dan kokedama, serta menjadi rumah bagi bunga nasional Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis). Tempat ini juga menyelenggarakan pameran seni bertema Liana Reverie di Labyrinth Art Gallery.

Cuplikan Perdana The Glow Project

Dalam perayaan ulang tahun pertamanya, Magic Garden menampilkan cuplikan The Glow Project—sebuah pengalaman bioluminesensi edukatif yang telah dikembangkan selama dua tahun.

Cuplikan ini menampilkan 13 organisme bioluminesen dan 31 tanaman fluoresen yang dipilih berdasarkan nilai ekologisnya.

“Setiap makhluk hidup yang kami rawat di Magic Garden memiliki cerita dan perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan ekologi,” kata Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden. “Ketika orang mengerti bagaimana peran cahaya di alam, mereka secara alami menjadi lebih terhubung dengan ekosistem di sekitar mereka.”

Peluncuran Resmi The Glow Project 2026

The Glow Project akan dibuka resmi pada 2026, khusus pada malam hari, dengan harga tiket Rp250.000 per orang. Pengunjung akan didampingi pemandu khusus untuk melihat organisme bercahaya dari dekat dan memahami peran ekologisnya.

Baca Juga :  Kampung Jalak Bali: Desa Konservasi Unik yang Tarik Wisatawan Lokal dan Dunia

Langkah Menuju Tahun Kedua

Memasuki tahun kedua, Magic Garden menegaskan posisinya sebagai ruang edukasi ekologis berbasis komunitas.

Kawasan ini bukan hanya taman wisata, tetapi kelas hidup yang menggabungkan percakapan, kreativitas, dan pengalaman langsung untuk menumbuhkan rasa ingin tahu generasi muda Bali terhadap alam. (BEM)

BERITA LAINNYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

PILIHAN EDITOR

KOMENTAR TERKINI